REPRESENTASI KESETARAAN DAN HAK PEREMPUAN DALAM FILM “DUA DETIK” KARYA MENJADI MANUSIA
DOI:
https://doi.org/10.36085/madia.v6i2.10087Abstract
Transformasi digital telah menciptakan realitas baru dalam komunikasi massa, termasuk dalam cara penyampaian berita tentang isu-isu sosial terkini. Studi ini mengeksplorasi bagaimana film pendek “Dua Detik” karya Menjadi Manusia membangun diskusi tentang kesetaraan gender melalui penggambaran pengalaman perempuan dalam menghadapi tantangan di dunia digital. Dengan menerapkan metode kualitatif dan analisis semiotik seperti yang dikemukakan oleh John Fiske, studi ini menyelidiki makna yang dibangun dari tiga elemen: fakta yang dapat diverifikasi, representasi teknis, dan visualisasi. Visualisasi tokoh utama mencerminkan interaksi antara kerentanan dan kekuatan, menciptakan beragam citra perempuan dan menantang stereotip yang ada. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya dalam memahami bagaimana media independen dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung kesetaraan gender.
Kata Kunci: Representasi, Kesetaraan dan Hak Perempuan, Film Dua Detik

